pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama

Petani, Raja Pemberi Nafas Kehidupan Ditengah Covid 19.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze didampingi Ketua DPRD Merauke, Ir. Benjamin Latumahina menggelar rapat dengan lintas sektor membahas harga Gabah Kering Giling (GKG) sebagaimana tampak dalam gambar.

MERAUKE, PELITA PAPUA.COM – Salah satu warga mewakili warga  Kampung Harapan Makmur, Kabupaten Merauke, Proponsi Papua, Haryanto menegaskan, petani itu raja pemberi nafas kehidupan bagi seluruh warga Kabupaten Merauke di tengah wabah Covid 19 ini.

“Siapa yang masih setia dengan wabah Covid 19 ini, hanya petani. Petani setia berada di sawah menanam dan memanen padi. Keringat dan peluh mereka masih setia memberi nafas kehidupan bagi banyak orang. Walau mereka mempertaruhkan hidupnya dengan wabah

Covid 19 saat ini,” katanya menjawab pelitapapua.com ketika ditanyai puas atau tidak dengan hasil rekomendasi rapat kesepakatan harga Gabah Kering Giling (GKG)  dari tangan petani berkisar antara Rp 4.300,00 –Rp 4.500,00 per kilogram dibeli oleh mitra Bulog, di Lantai II, Kantor Bupati Merauke, Selasa (28/4/2020).

Dia mengaku keputusan harga berkisar antara 4.300 rupiah sampai 4.500 rupiah itu dibeli pada tangan petani oleh mitra Bulog  diharapkan keputusan yang riil. Rekomendasi harga seperti ini membingungkan warga petani.

“Warga khan bingung ketetapan harga seperti ini mau ikut yang mana. Apakah 4.300 rupiah atau 4.500 rupiah. Estimasi harga seperti ini munculnya dari mana. Sementara Bulog menerima harga dari mitra Bulog di depan pintu gudang Bulogdengan harga Rp 5.300,00. Ini memang harganya tinggi. Sebaiknya, Bulog kembali membeli beras saja bukan GKG,” ujarnya.

Ketidakpuasan warga petani ini  menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Ratna Lauce mengaku rapat ini yang duharapkan Dinas Pertanian. Karena, rapat ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat sebelumnya dengan para petani tanggal 24/4/2020 di Distrik Kurik, Semangga dan Muramsari belum ada kesepakatan harga GKG per kilogram ditangan petani.  

“Saya senang sekali dengan hasil rapat ini. Karena diluar sana petani masih ragu dan membutuhkan kejelasan soal harga GKG per kilogram seperti apa. Nilainya seperti apa, tetapi dengan hasil rapat ini semua bisa jelas. Ada yang menerima dan ada yang meminta jangan hanya beli GKG tetapi juga membeli beras,” katanya usai rapat, di Lantai II Kantor Bupati Merauke, Selasa (28/4/2020).

Dia menjelaskan,  memang setelah ada informasi dari Bulog bahwa Bulog ada perubahan instruksi tidak lagi membeli beras melainkan membeli Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun ini. Diakuinya tertanggal 16 April 2020, Bulog memberi informasi itu kepada Dinas Pertanian Kabupaten Merauke dan instansi terkait.

“Kami komunikasikan informasi itu kepada Bupati Merauke untuk menyesuaikan dengan instruksi dari Bulog, termasuk dengan ketahanan pangan dan instansi terkait. Ini bagaimana kok bisa berubah sampai seperti ini. Maka bagaimana tanggapan petani dan Bulog dalam hal ini. Inilah yang kami tindak lanjuti dalam rapat tadi,” jelasnya.

Rapat itu dipimpin Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si didampingi Ketua DPRD Merauke, Ir. Benjamin Latumahina  bersama dengan anggota Komisi B DPRD Merauke,  Bulog, Dinas Pertanian, asosiasi penggilingan padi dan  perwakilan warga petani dari beberapa distrik di Kabupaten Merauke.

Kepala Dinas Pertanian Merauke menilai kisaran harga antara 4.300 rupiah sampai 4.500 rupiah sebenarnya bisa memberikan keuntungan kepada petani. “Saya berterus terang sangat senang. Karena memang pemerintah daerah berupaya petani mesti harus diuntungkan, itu yang saya katakana sangat senang,” akunya.

Dalam rapat itu Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si meminta semua pihak, terutama Bulog dan mitra Bulog bisa menghitung harga GKG itu tidak sampai merugikan petani. “Saya berharap hasil kesepakatan rapat ini bisa menguntungkan para petani.

Saya ingin sampaikan hal itu kepada kita semua. Bayangkan ditengah Covid 19 ini para petani kita setia menanam dan memanen padi untuk seluruh warga Kabupaten bahkan ke daerah lain di Papua ini,” katanya dalam rapat lintas sektor soal penetapan harga GKG pada tangan petani yang hendak dibeli para mitra Bulog di ruang rapat Lantai II Kantor Bupati Merauke, Selasa (28/4/2020).

Hasil rapat itu menghasilkan tiga rekomendasi diantaranya, pertama harga GKG kotor pada tangan petani sebesar 4.300 rupiah per kilogram dan harga GKG bersih sebesar 4.500 rupiah. Kedua, harga penetapan sesuai instruksi Bulog oleh mitra Bulog tetap dipertahankan dengan per kilogram GKG di pintu gudang Bulog sebesar 5.300 rupiah.

Ketiga, Kesepakatan rapat tersebut tetap merujuk dengan keputusan pemerintah pusat sambil mengkomunikasi kesepakatan harga tersebut pula dengan pemerintah pusat.

“Saya kira ini hasil rekomendasi dari rapat ini sambil nanti saya selaku bupati Merauke mengkonsultasikan kembali kesepakatan ini dengan merujuk pada keputusan pemerintah pusat,” kata bupati Merauke disambut tepuk tangan meriah peserta rapat. (Del)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *