pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama

Sopir Hillux Keluhkan Pembagian BLT Belum Merata.

Pelita Papua– Puluhan sopir Hillux di kota Merauke mengeluhkan distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat yang dinilai belum merata. Mengingat, belum semua sopir Hillux yang mendapatkan pembagian bantuan tersebut.

BLT yang diberikan kepada para sopir merupakan solusi pemerintah pusat, akibat adanya pembatasan sosial (Social Distancing) guna pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Merauke.

Koordinator Sopir Hillux Merauke, Yohanes Yuni Ferus menyebutkan, bantuan langsung tunai dari pemerintah pusat kepada para sopir, disalurkan melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Merauke. Namun demikian, belum semua yang mendapatkan. Sopir yang berhak menerima adalah mereka yang sudah terdata di Satlantas Polres Merauke dan memiliki SIM aktif.

“BLT untuk sopir disalurkan lewat Satlantas. Kemarin, kita sudah kasih masuk data dan cek kembali. Lalu alasan kenapa kita belum dapat, karena datanya terlambat masuk. Kemudian ada persyaratan-persyaratan, yang bisa terima kecuali yang punya SIM aktif. Kalau tidak, berarti tidak bisa dapat,” beber Yuni Ferus kepada awak media ini di Pangkalan Hillux, Jalan Pemuda, Merauke, Kamis (7/5/2020).

Kendati demikian, Yuni Ferus meminta agar distribusi BLT perlu dilakukan secara merata kepada para sopir, tanpa mempertimbangkan kepemilikan SIM aktif maupun non aktif.

“Dampak virus corona dirasakan oleh semua masyarakat Merauke, termasuk sopir. Tanpa memandang dia ini surat-suratnya lengkap atau tidak. Kecuali kegiatan penertiban surat-surat mobil dan sebagainya,” kata Yuni Ferus.

Dia mengakui bahwa sebelumnya para sopir juga mendapat pembagian BLT dari Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si yang bisa diambil langsung di Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke. Namun karena waktunya mendadak, yang didata adalah para sopir yang berada di tempat.

“Kita data semua sekitar 30-40 orang, mulai dari sopir, kenek dan teman-teman yang bantu cari penumpang di sini. Jadi tidak semua, kalau semua berarti sekitar 300 orang lebih yang terdaftar dalam kelompok sopir Hillux di sini,” sebutnya.

Mewakili para sopir Hillux, Yuni Ferus mengharapkan agar kedepannya pembagian bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah, dilakukan secara adil dan merata untuk para sopir.

“Jadi kami sopir Hillux ini ada tiga titik kumpul. Di sini (Merauke, red), Asiki dan Tanah Merah. Jadi sopir yang terdata saat ini adalah 370 orang. Kemarin itu sopir angkutan umum, rental dan sebagainya mereka sudah terima BLT di BRI dan dibuatkan buku tabungan. Namun, kami dari kelompok sopir Hillux ini belum satupun yang dapat. Jadi untuk itu kita minta keadilan seperti sopir lainnya,” pintanya. (Prs)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *