pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama

YPPK, YPK, Yapis Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka.

Mantan Bupati Merauke dua periode, Drs Johanes Gluba Gebze yang juga tokoh masyarakat Papua Selatan sedang menyampaikan sikapnya kepada pengurus YPPK Kabupaten Merauke sebagaimana tampak dalam gambar.

MERAUKE, PELITA PAPUA.COM – Sekolah-sekolah yayasan itu sejarah yang tidak bisa dipisahkan antara warga masyarakat Papua.  YPPK, YPK dan Yapis itu sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

Hal ini disampaikan salah satu tokoh pendiri dan eksekutor lahirnya Kolose Pendidikan Guru (KPG)  Khas Papua merauke, Drs. Johanes Gluba Gebze berekaitan dengan menanggapi upaya oknum tertentu yang  sedang berupaya mengalihkan status pengelolaan KPG Khas Papua Merauke dari YPPK ke negri di hadapan pengurus YPPK, Pastor Agus K. Wolomasi, Pr dan Pastor Kayetanus Tarong, MSC, di kediamannya di Wasur, (12/5/2020) siang.

Menurutnya pengalihan status KPG Khas Papua Merauke ke Negri bisa saja terjadi. Apabila, YPPK sebagai pengelola menyerahkan tanggungjawabnya kepada pemerintah. Karena, YPPK tidak sanggup lagi kelola. Tetapi, selama YPPK tidak melakukan hal itu.

“Itu masih tanggung jawab YPPK.  Dan ingat! Indonesia belum merdeka YPPK, YPK dan Yapis itu sudah mengurus sekolah. Itu fakta sejarah yang tidak bisa dibantah dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah peradaban di Papua,” katanya.

Dikatakannya kewenangan YPPK mengelola KPG Khas Papua Merauke selain sejarah awal pemerintah memberikan tanggung jawab sekolah tersebut kepada YPPK. Pelimpahan wewenang pengelolaan KPG Khas Papua Merauke itu diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 6 tahun 2002 tentang pengelola KPG Khas Papua Merauke kepada YPPK.

“YPPK punya wewenang besar. Dia mau ganti siapa saja Kepsek disana ya, terserah YPPK. Jadi, saya sarankan YPPK segera ganti Kepsek yang membuat onar di KPG Khas Papua Merauke. Lebih baik korbankan satu orang dari pada mengorbankan banyak orang,” ujarnya.

Kehadiran KPG Khas Papua Merauke itu, dia mengingatkan, sebagai salah satu jawaban terhadap kebutuhan guru yang memiliki spirit menjadi pendidik yang professional. “Jadi KPG itu rohnya mencetak tenaga guru,” katanya. (Del)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *