pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama Infrastruktur

Memburu Penderitaan & Menatap Jeritan Hati Warga Okaba, Kaptel Serta Tubang.

Ketua DPRD Merauke Ir. Benjamin H.R Latumahina sedang memberikan keterangan pers pasca melakukan kunjungan kerja di Okaba, Kaptel dan Tubang sebagaimana tampak dalam gambar.

“Mereka masih menanti dengan setia. Walau penderitaan itu bersenyawa dalam malam gelap gulita. Mereka masih menunggu cahaya harapan dan kepastian pasti tiba.  Dari sekumpulan anggota dewan di Gedung DPR. Dari cahaya kekuasaan Bupati Merauke.”

SETIDAKNYA itulah harapan dan kepastian warga Distrik Okaba, di Kampung Iwol dan Wambi serta Distrik Tubang arah utara Kabupaten Merauke, Propinsi Papua dari penantian yang panjang selama ini. Hal itu terekam jejak warga tersebut dari hasil  wawancara pelitapapua.com dengan Ketua DPRD Merauke, Ir. Drs. Benjamin Izaac Rudolof Latumahina.

Pasca, dia melakukan kunjungan kerja selama dua hari Kamis (2/7/2020) dan Jum’at (3/7/2020) di daerah itu. Ia bak pemburu memburu setiap masalah dan penderitaan warga. Walau ia dan Sekwan DPRD Merauke, Agustinus Joko Guritno, Jefry Tahia serta staffnya merasakan kubangan lumpur.

Diakui merasakan abu merah selama perjalanan menusuk hidung mengendarai motor berkilo-kilo meter pergi pulang. Meski begitu, dia masih tertawa renyah dan mengembangkan senyum kepada media ini. Seolah ia ingin mewartakan sebuah isyarat kepuasan hati sudah merasakan jeritan hati warga Distrik Obaka dan Tubang.  

Beny panggilan akrab Benjamin Izaac Rudolof Latumahina menuturkan, akses ruas badan jalan dari Distrik Okaba menuju Tubang memprihatinkan kalau tak mau disebut amburadul. 

Dikatakannya Papua terang sebagaimana cita-cita Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo belum terwujud. Fakta yang sangat miris, kata Beny di Kampung Wambi tiang listrik dan kabel sudah terpasang menjadi mubasir. Karena, penyambungan kabel dari rumah ke rumah tidak tersambung.   

“Kampung Wambi masih gelap gulita. Pemasangan tiang listrik dan kabel dari sejak dua tahun lalu jadi mubasir,” katanya usai berdoa mengucap syukur selamat tiba di Merauke, di teras depan pintu masuk utama DPRD Merauke, Jum’at (3/7/2020).

Menurutnya  dampak dari kondisi ruas badan jalan yang belum tersambung.  Akses arus lalulintas barang dan orang macet, terutama dari Okaba menuju  Tubang. “Saya berkomitmen mendorong atasi masalah ini  dalam anggaran APBD tahun 2021,” katanya.  

Beny mengaku penderitan warga disana semakin lengkap. Pelaksanaan proses belajar mengajar libur dari 22 Maret lalu hingga saat ini. Realita seperti ini bukan hanya pengaruh dampak Covid 19. Kondisi serupa dari pengakuan warga setempat kata Beny sudah berjalan dari sebelum Covid 19.

Menjawab media ini, dia mengaku anggota dewan sudah membahas masalah pendidikan. “Komisi A  sudah tangani masalah pendidikan. Karena ini menjadi komitmen kami semua. Bahkan sudah berkali-kali kami bahas bersama Dinas pendidikan. Meski begitu, hasil kunjungan kerja di Okaba, Kaptel dan Tubang. Kami akan mengundang mereka lagi,” akunya.

Diakuinya  jangan membahas  terlalu jauh soal belajar secara virtual. Distrik dekat pusat Kota Merauke, seperti di Jagebob dan Okaba saja sinyal bermasalah. “Kita jangan bicara itu untuk di kampung-kampung sana terlalu jauh. Listrik saja tidak ada bagaimana kita bahas itu.”

Dari pantauan media ini, Ketua DPRD Merauke ini walau kelihatan lelah sekali masih bersemangat tinggi menceriterakan permasalahan yang dihadapi warganya. (Fidelis Sergius Jeminta)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *