pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama Infrastruktur

Bupati Merauke Bertekad 2021 Semua Kampung Berdering .

Kepala BAPPEDA dan PP Kabupaten Merauke, Ruslan Ramli, SE, M,Si sedang serius memberikan keterangan kepada awak media sebagaimana tampak dalam gambar.

MERAUKE, PELITA PAPUA.COM – Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (BAPPEDA dan PP) Kabupaten Merauke, Ruslan Ramli, SE, M.Si bertekad dalam RPJMD 2021, 179 Kampung semua bisa bordering.

 

“Penegasan itu disampaikan sendiri bupati tadi dalam rapat di BAPPEDA dan PP dengan semua SKPD,”  kata Kepala BAPPEDA dan PP Kabupaten Merauke yang juga Penjabat Sekda Merauke, Ruslan Ramli, SE, M.Si kepada media ini, di ruangan kerjanya di Kantor Bupati Merauke, Jum’at (3/7/2020) siang.

 

Menurut Ruslan komitmen bupati itu memang sudah saatnya. Paling tidak di pusat kota distrik menjadi prioritas. Apa lagi, kalau 179 kampung, kata Ruslan akan lebih baik.

 

Program ini alasan mendasarnya selain membuka isolasi informasi. Sisi lain, program tersebut bisa melakukan efisiensi biaya, waktu semua hemat. Dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat semakin mudah.

 

Dia mencontohkan, apabila di pusat kota Distrik sudah tersedia internet dan sarana Wfi. Biaya perjalanan dinas, rapat atau pertemuan, di Kabupaten tidak perlu dianggarakan lagi. Karena kepala distrik tidak perlu ke kota. Dia cukup menggunakan sarana virtual dari distrik dengan SKPD yang menyelenggarakan rapat.

 

Proses pelaksanaan pendidikan dan sistim belajar mengajar misalnya. Guru atau Kepala kampung bisa menyediakan tempat di Balai Kampung dan menyediakan satu TV besar. Lalu, peserta didik dikumpulkan disitu. Guru bisa saja menyelenggarakan proses belajar dari Kota. Maka masalah kekurangan guru bisa terjawab.

 

“Mudah dan efektifkan. Biaya bisa hemat, waktu kerja pun semua efektif untuk melakukan hal yang lain. Memang sudah saatnya aktivitas pengelolaan pemerintahan dan proses belajar mengajar harus semua serba digital,” katanya.

 

Dikatakannya dalam rapat dengan semua SKPD itu juga mengingatkan semua SKPD merancang kebutuhan mendasar yang dibutuhkan warga Merauke. SKPD harus bisa  mensiasati setiap program dengan mempertimbangkan pandemi Covid 19.

 

Program mendasar yang perlu ditangani serius, menurut Ruslan masalah penyediaan KTP bagi warga Masyarakat. Karena, ternyata warga di kampung-kampung masih banyak yang belum memiliki KTP, diluar dari program semua kampung bordering.

 

Menjawab media ini, dia menyampaikan masalah listrik bisa disiasati dengan menggunakan genzet. “Betul, kendala listrik khan kita bisa tangani dengan genset. Tetapi transparansi dan akuntabilitas pelayanan pemerintahan semakin akuntabel,” ujarnya. (Nuel)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *