pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama Sosial Politik

Fransiskus Sirfefa : Pernyataan Ketua DPRD Merauke Tak Beriteka.

Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra, Fransiskus Sirfefa dan Ketua Fraksi Gerindra, Agus Eko Prasetyo sedang memberikan keterangan pers sebagaimana tampak dalam gambar.

MERAUKE, PELITA PAPUA.COM – Anggota DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa menanggapi pernyataan ketua DPRD Merauke, Ir. Drs. Benjamin Izaac Rudolof Latumahina pada salah satu media online menyatakan, anggota dewan Merauke Fransiskus Sirfefa jarang masuk kantor. Pernyataan itu dinilainya sangat tidak beretika. 

“Saya jujur shock, kaget dan merasa tidak nyaman dengan statement beliau bahwa saya jarang masuk kantor,” katanya didampingi Ketua Fraksi Gerindra, Agus Eko Prasetyo, SP kepada awak media dalam jumpa pers di Poenam, Jum, at (10/7/2020).

Pada saat yang sama, menurut pengakuan Ketua Fraksi Gerindra, Agus Eko Prasetyo mengatakan selama ini tidak pernah menerima surat terkait pemanggilan atau peneguran terhadap salah anggota dewan dari fraksi Gerindra saudara Fransiskus Sirfefa dari Ketua DPRD.

“Saya sampai menanyakan dan mengkonfirmasi hal tersebut kepada Badan Kehormatan (BK) dewan. Apakah ada surat pemanggilan terhadap salah satu anggota Fraksi Gerindra. Anggota BK mengaku tidak ada. Karena mekanismenya seperti itu,” ujarnya.

Diakuinya ada hajatan lima tahunan memang agak sibuk, namun yang bersangkutan tidak meninggalkan tanggung jawab sebagai anggota dewan. “Minggu lalu kami ada  rapat kerja dewan bersama BPJS dipimpin Ketua DPRD. Semua anggota hadir dalam rapat itu,” ujarnya.    

Mengamini pernyataan Prasetyo, Sirfefa menegaskan, sebagaimana yang disampaikan  Ketua Fraksi Partai Gerindra  dalam rapat itu dirinya ikut hadir. “Saya juga ikut hadir dalam rapat tersebut,” katanya.

Pasca rapat itu, diakuinya melanjutkan perjalanan keluar kota untuk monitoring ke distrik dan itupun ditandatangani pimpinan dewan. “Kok tiba-tiba  ada pemberitaan seperti ini. Apa mata saya kurang baik  melihat ataukah beliau tak memandang saya. Saya memaknai lain,” ujarnya.

Sirfefa mengaku kalau Ketua Fraksi Partai Gerindra juga menyampaikan bahwa tidak ada penyampaian pimpinan dewan kepada fraksinya oleh Ketua DPRD Merauke. Lalu dari Dewan Kehormatan tidak menyurat atau memanggil sesuai mekanisme. “Itupun, saya sudah konfirmasi ke BK,” ungkapnya.

Dikatakannya pernyataan Ketua DPRD Merauke itu sangat tak beretika dan kontroversi dengan kenyataan. “Saya tak tahu maksud dari pernyataan dimaksud. Saya sarankan agar Ketua DPRD Merauke taati mekanisme dan prosedur aturan yang berlaku di DPRD. Ada tata tertibnya. Gunakan aturan supaya jangan sampai muncul analisa publik, DPRD Merauke tak berjalan sesuai aturan, ” saranya.

Lebih jauh, dia menilai secara pribadi merasa sangat risih dan tak nyaman. Ketika Ketua DPRD menyebut dirinya dengan nama yang lengkap, tak gunakan inisial. “Saya ini pejabat politik dan mempunyai konstituen. Lalu, saya juga bakal calon Bupati Merauke yang maju. Dengan pernyataan demikian, sangat mengganggu dan merugikan saya secara pribadi,” ujarnya.

Sirfefa menegaskan, setiap statement yang disampaikan seharusnya dipertimbangkan secara matang sebelum disampaikan. Karena, ada mekanismenya dan aturan. Apa bila, terjadi seperti disampaikan beliau. Biasanya, fraksi memanggil duluan.

“Ketika saya membangkang dari penyampaian fraksi, ada panggilan secara lisan dari BK. Kalaupun saya membangkang lagi, ada surat. Itu mekanismenya. Perlu saya tegaskan yang harus menyampaikan ke publik itu Ketua BK. Bukan Ketua DPRD yang beri statement,” tegasnya.

Terhadap hal itu, dia menilai pernyataan Benjamin hanya mengalihkan isu politis. Supaya pernyataan itu tidak menjadi blunder segera diklarifikasi. “Kita jangan asal mengeluarkan statement yang nantinya marwah lembaga dewan tersebut tidak ada di mata publik,” katanya.

Menindaklanjuti hal tersebut, dia mengaku secara pribadi tidak menerima dan akan melanjutkan ke pihak berwajib. “Nama saya dibawa-bawa. Maka dalam waktu dekat, saya akan bawa laporan ini ke kepolisian, lantaran nama saya disebut.  Saya tak terima. Apa penilaian publik? Saya merasa tidak nyaman dan telah terjadi pencemaran nama baik,” katanya.

Sebelum media ini mempublis pernyataan Fransiskus Sirfefa kepada publik menyatakan, Ketua DPRD Merauke tidak beretika. Media ini sempat menelpon Ketua DPRD Merauke melalui selulernya dua kali. Dari balik selulernya berdering, namun yang bersangkutan tidak mengangkat.

Setelah itu, media ini tidak menyerah dan mencoba menghubungi yang bersangkutan via Whatsapp pada nomor seluler yang sama. “Selamat malam pa ketua. Minta maaf, saya mengganggu kesibukan.”

“Pa Ketua saya mohon minta waktunya sebentar hendak konfirmasi berita terkait pernyataan anggota dewan Fransiskus Sirfefa dalam jumpa pers dengan para awak media hendak memproses hukumkan pa ketua. Mohon kesediaan waktunya,” tulis media ini via Whatsaapp.

Menanggapi Whatsaapp media ini, Katua DPRD Merauke, Ir. Drs. Benjamin Izaac Rudolof Latumahina menuliskan: “Sy tdk mengklarifikasi dulu pa…maaf,” tulisnya seraya menggunakan simbol jari bersujud dan jempol. (Del)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *