pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama Infrastruktur

Mobil & Motor Berdansa Lintasi Ruas Jalan Salor-Kurik.

Ruas jalan Salor Menuju Kurik IV atau sebaliknya berlubang-lubang hingga motor dan mobil bagai berdansa selama perjalanan sebagaimana tampak dalam gambar.

TIDAK seindah dua, tiga tahun lalu! Kita bisa menyaksikan hasil karya sang Sabda Agung melukis keindahan sarang semut lewat ciptaan-Nya, Semut. Bagi, penikmat keindahan Sarang Semut pasti mata berkaca-kaca, hati berbunga-bunga memandang sarang semut mengusik hati yang galau.

Kita bisa menikmati  hamparan padi menghijau dan yang sudah menguning dari butiran  keringat para petani menyegarkan mata. Menginspirasi kalbu mengakui kalau para petani adalah  pahlawan penyedia kebutuhan pokok.

Kini, suasana itu semua serba berubah! Mari kita saksikan catatan sekilas media ini, Sabtu (11/7/2020). Media ini diajak manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aneka Usaha Malind Kanamin ke Kurik IV, Kampung Jaya Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Propinsi Papua.

“Saya hari itu benar-benar hati kecut. Keindahan sarang semut yang biasanya menenangkan batin  sepanjang perjalanan Salor menuju Kurik IV sirna. Saya  berusaha keras menoleh dari kaca mobil. Tapi, saya bekerja extra menyeimbangkan badan sambil memegang kursi mobil seraya melayangkan pandangan.”

Media ini bisa memastikan. Setiap mobil ataupun sepeda motor yang melintas ruas jalan itu ibarat sedang berdansa mengikuti irama ruas jalan yang berlubang-lubang. Dampak dari ruas jalan berlubang itu, energy fisik dan psikis terkuras. Mobil terasa oleng kanan dan kiri.

Waktu tersita, dari biasanya Salor-Kurik IV atau sebaliknya hanya ditempuh selama setengah jam berubah drastis menjadi satu setengah jam. Arus lalulintas barang dan orang terhambat.

“Pa minta maaf. Kita pelan-pelan saja. Kita terlambat sedikit yang penting selamat sampai tujuan,” kata Direktur BUMD Aneka Usaha Malind Kanamin, Vinsensius K.

Bagai gayung disambut, media ini berguman: “Pa tulang punggung saya bisa encok tiba-tiba ini kalau ruas jalan ini semua berlubang sampai Kurik. Pulang rumah siap-siap mencari tukang pijit meluruskan tulang belakang,” kata saya disambut gelak tawa Direktur dan manager BUMD.

Menurut salah satu warga yang berhasil di wawancarai media ini mengaku kalau dampak dari ruas jalan berlubang-lubang itu sudah banyak warga yang jatuh dengan sepeda motor.

“Saya pakai tongkat ini gara-gara jalan rusak itu pa. Saya jatuh dan sepeda motor menindih tulang kering saya. Saya sudah berhasil menghindari satu lubang, lubang berikutnya tak bisa terhindari dan jatuh,” kata Wardi yang mengaku asal Kurik dan kini menetap di Jalan Nusa Barong Merauke, Senin (13/7/2020).

Dia berharap Dinas PUPR Merauke segera menimbun lubang-lubang sepanjang ruas jalan Salor menuju Kurik. “Saya berharap PUPR timbun saja dulu dengan tanah kalau terlalu mahal dicor dengan semen,” harapnya.

Menurutnya dampak dari ruas jalan Salor-Kurik berlubang-lubang itu, selain arus lalulintas barang dan orang terhambat. Dampaknya lainnya, pengendara sepeda motor selalu terjadi kecelakaan di kawasan itu.

“Saya itu berpikir bagi warga baru yang menggunakan sepeda motor ke Kurik. Mereka mengendarai motor dalam kecepatan tinggi tanpa mengetahui kondisi jalan seperti itu. Saya kuatir mereka bisa celaka. Sebelum, kejadian seperti itu terjadi sebaiknya diantisipasi cepat,” katanya. (Fidelis S Jeminta)   

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *