pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama

Pasar Beras Broken Terbuka Petani Siap Dukung BUMD.

Perkenalan dan sosialisasi BUMD Aneka usaha Malind Kanamin menampung dan memasarkan beras broken kepada warga di Kampung Jaya Makmur Kurik IV sebagaimana tampak dalam gambar.

MERAUKE, PELITAPAPUA.COM – Manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aneka Usaha Malind Kanamin, walau ibarat bay baru lahir langsung berlari. BUMD ini tidak hanya berlari, ia mengunjuk gigi menciptakan peluang pasar beras Broken ke Makasar.

Diketahui, selama ini, warga petani yang memiliki beras patah (broken) tidak memiliki nilai apa-apa.  Kecuali, beras broken dijadikan makanan ternak, unggas. Kini, warga petani bernafas lega, beras broken bernilai tinggi.

“Kehadiran kami tidak hanya memecahkan masalah beras broken. Kami sekaligus membuka lebar pasar beras  broken milik warga. Kami bertekad beras broken  harus bernilai tambah meningkatkan kesejahteraan keluarga petani,” kata Direktur Aneka Usaha Malind Kanamin, Vinsensius Y. Gebze disambut tepuk tangan meriah warga petani

Pernyataan Vinsensius ini didampingi manager Pemasaran, Iwan R. Marasabesy, Manager Keuangan, Siprianus Muda dan Faustina Mahuze saat mensosialisasikan BUMD Aneka Usaha Malind Kanamin di hadapan tiga puluhan warga Kampung Jaya Makmur, di Kantor Kampung Jaya Makmur Kurik IV, Sabtu (11/7/2020) lalu.

Hadir dalam sosialisasi itu, Plt Kepala Kampung Jaya Makmur Kurik IV, Datir, Koordinator BUMK Jaya Makmur, Samto dan beberapa pemilik usaha penggilingan serta warga setempat.

Dalam sesi diskusi, Koordinator BUMK, Samto mengucapkan terima kasih atas kehadiran BUMD Kabupaten Merauke. “Saya ucapkan terima kasih. BUMD bisa kerja sama dengan BUMK Jaya Makmur menampung dan memasarkan beras broken. Selama ini, pa beras patah hanya untuk makanan ternak. Kami siap dukung dengan paket kerja sama,” ujarnya.

Dia menegaskan, kehadiran BUMD setidaknya bisa menjadi tandemnya Bulog yang selama ini monopoli harga dan hanya menyusahkan warga petani. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Standart Bulog mematikan semangat produksi padi warga petani. Kehadiran BUMD bagi petani bisa memilih mana yang benar-benar bisa atasi masalah petani,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini, warga petani berkutat pada masalah harga yang memberatkan petani. Bulog hanya bisa menerima beras sesuai keinginan mereka. Tapi, aneh bagi petani, Bulog menyalurkan beras kepada ASN tidak sesuai standart yang diberlakukan pada petani.

“Kami bingung beras yang disalurkan ke ASN warnanya kuning. Tetapi, mereka beri standart ke petani sesuai yang mereka inginkan. Mana sebenarnya yang bisa dikuti petani,” katanya.

Menanggapi hal itu, Iwan meminta tidak menyinggung Bulog. Karena, BUMD hadir sesuai dengan visi dan misinya sendiri mengatasi kesulitan yang dialami warga petani.

“Saya memberikam contoh. Bulog tidak menerima beras broken. BUMD tampung dan memasarkan beras broken hingga Makasar. Supaya bapa ibu semua tahu. Pasar beras broken ini pengiriman perdana kemarin 50 ton lebih. Trip kedua beberapa hari mendatang 125 ton,” ujarnya.

Dia menyampaikan, kriteria pasar beras broken ini juga mengikuti kemauan pasar. “Ini yang perlu kita sepakati bersama.  Jadi, kriteria beras broken tidak boleh warnanya kuning-kuning atau hitam dan berpasir. Warna beras harus benar-benar putih,” katanya.

Standarisasi harga beras broken, kata Iwan sesuai keputusan manajemn BUMD diterima di Pelabuhan Yos Soedarso Merauke berkisar antara RP 3.800 – RP 4.000 perkilogram. Beras medium berkisar antara RP 8.300 – Rp 8.500 per kilogram.

“Kami sementara berkerabat dengan salah satu ibu disini. Dia memang sudah memiliki standart beras broken yang sudah sesuai dengan kemauan pasar di Makasar. Nanti, kami akan menandatangani kesepakatan kerja sama sesudah sosialisasi ini. Jadi, bapa ibu silahkan koordinasi dengan beliau bila hendak menjual beras broken,” katanya.

Dari rekaman media ini, warga petani Kampung Jaya Makmur dan para pengusaha penggilingan siap mensuport BUMD. Bahkan, mereka bersepakat sebagian dana Desa akan mensuport modal kepada Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk mendukung BUMD Aneka Usaha Malind Kanamin.

“Pa kami siap berkolaborasi. Yang penting pasar beras broken sudah ada. Nanti kami suit dana desa untuk menampung beras broken warga. Karena kami berniat dana tersebut juga bisa menjadi modal usaha untuk BUMK dan masalah petani bisa terjawab,” kata Plt Kepala Kampung Jaya Makmur, Datir. (Del)  

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *