pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Berita Utama Sosial Politik

Mahasiswa Wilayah Adat Animha Tolak Cabup-Cawabup Bukan Anak Tanah.

Para Mahasiswa asal wilayah adat Animha sedang menyampaikan petisi penolakan Cabup-Cawabup bukan anak tanah di MRP Papua[1]

JAYAPURA, PELITA PAPUA.COM – Mahasiswa mahasiswi asal wilayah adat Animha menyampaikan petisi menolak Calon Bupati (Cabup) dan Cawabup bukan anak tanah dari wilayah adat Animha di Majelis Rakyat Papua (MRP).

Petisi penolakan terhadap Cabup dan Cawabup yang bukan anak tanah itu diterima oleh anggota MRP asal wilayah adat Animha yang meliputi Kabupaten Boven Digoel, Mappi, Asmat dan Mereauke yang  diwakili, Albertus Moiwend. 

“Saya sebagai anggota MRP asal wilayah adat Animha akan meneruskan aksi moral dari para mahasiswa mahasiswi yang kompak menyampaikan aksi moral penolakan terhadap Cabup dan Cawabup bukan anak tanah kepada para pihak yang berwenang. Ini wajar-wajar saja,” kata Albertus Moiwend saat mendengar dan menerima petisi tersebut di Kantor MRP, Senin (10/10/2020).

Dia menilai isi tuntutan atau petisi yang disampaikan para Mahasiswa/I ini sesuai dengan amanat UU Nomor 21 tahun 2001. “Tidak ada yang keliru isi dari aksi moral ini. Karena, setiap wilayah adat memiliki karasteristik masing-masing. Jangankan manusianya, tanah saja memiliki nama sendiri. Maka, petisi ini memang sesuai dengan nama tanah itu sendiri,” katanya.

Albertus berjanji akan menyampaikan petisi para mahasiswa/I itu kepada pihak-pihak yang berwenang dan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke. Supaya, petisi tersebut dijawab sesuai dengan petisi yang dikehendaki para anak-anak tanah dari wilayah adat Animha. (Nan/Del)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *