pelitapapua.com

Merayakan Perdamaian

Hukum & Ham

Masyarakat Buepe Menilai Perusahan PT. Plasma Tidak Pernah Transparan Kepada Masyarakat

Pelitapapuacom Masyarakat pastikan mulai besok PT. Plasma tidak dapat beroprasi Hingga Tuntutan Masyarakat Terpenuhi

Tarik ulur antara PT.Plasma dan masyarakat buepe belum menuai hasil sama sekali, pada pertemuan yang di fasilitasi pemerintah daerah namun tetap menemukan jalan buntu, pihak perusahan pun berkelit bahwa perusahan belum produksi jadi pihak perusahaan meminta keringan yang harusnya 164 juta perusahan meminta keringanan dan bersedia membayar 70 juta rupiah saja.merauke ( 13/02/)2020.

“Pertemuan ini merupakan ke 5 dan perusahaan tetap pada prinsipnya, dan belum bersedia membayarkan hak hak masyarakat, pada pertemuan ke 5 ini perusahan meminta agar mereka di berikan keringan yang dari 164 juta perusahan siap membayar 70 juta sehingga masyarakat menolak hal tersebut.” ujar Amos

Amos Ndiken menambahkan bahwa pada akhir pertemuan di sepalati bawa akan di lakukan bersama bupati sebagai penguasa wilayah.

” masyarakat berharap agar pertemuan dengan bupati nanti ada hasil penyelesaian untuk penyelesaian hak masyarakat, dan juga. Peninjauan ulang MOU” kata,Amos

Jika nantinya belum ada hasil saat di fasilitasi dengan bupati maka masyarakat akan membawa persoalan ini ke MRP dan komisi hak asasi manusia,juga pihaknya menilai bahwa perusahan ini sedang menutupi kesalahan mereka.

” kami sendiri menilai bahwa perusahan ini sedang berusaha menutupi kesalahan mereka, termasuk di nilai ada pemalsuan tanda tangan dalam kontrak,sehingga terkesan manajemen di sini takut untuk menghadirkan CEO dari perusahaan ini untuk berbicara dengan masyarakat, dan kami merasa perusahan juga sedang melakukan pelanggaran hak asasi manusia sehingga kami sudah melaporkan ini ke komisi HAM dan juga ke Majelis Rakyat Papua dan kami akan bawa ini keranah hukum jika perusahan terus menerus berkelit,secara pribadi boleh saya katakan perusahan ini adalah perusahaan nakal, karena tidak tunduk dengan aturan yang berlaku di wilayah hukum Indonesia”tambah Amos

Lanjut Amos Ndiken pada hari sabtu masyarakat akan melakukan pemalangan kembali, pemalangan yang akan kami lakukan besok tidak ada tawar menawar lagi.

” besok kami akan melakukan pemalangan kembali pada PT Plasma pemalangan yang akan kami lakukan besok ini sangat tegas dan tidak ada kompromi dan negosiasi hingga hak hak masyarakat terpenuhi termasuk kantor induknya akan kami segel besok,sampai ada kesepakatan yang menghadirkan bupati sebagai pengambil keputusan sekaligus penguasa wilayah”pungkasnya

Gry

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *